Tanaman Organik Dari Tanah Hibah Orang Dermawan

Tanaman Organik Dari Tanah Hibah Orang Dermawan

Berangkat dari sebuah kesungguhan niat berkebun itulah yang dilakoni oleh Sosok Sarjono sebagai petani sayuran di Sumatera Selatan. Bermodal 5.000 kantong pollybag, kini telah menuai hasil keuntungan yang menakjubkan. Sarjono berasal dari Lampung, dikenal warga sebagai sosok yang kaya akan pengalaman dalam mengolah tanaman sayur dengan pupuk organik. Sejak 4 tahun belakangan ini, diawali dengan menggarap tanah seluas 2 Ha milik Chandra Ekajaya dan dibiayai dengan modal sendiri. Tanpa mengenal putus asa, Pria paruh baya itu telah memiliki delapan orang pegawai yang tetap serius menggeluti budidaya tanaman sayuran jenis sawi, bayam, jagung, ubi, timun, kacang panjang, cabe merah, bawang merah, padi dan kangkung hingga akhinya berkembang.

“Berawal dari kesungguhan niat berkebun adalah kunci suksesnya, berangkat dari 3 tahun yang lalu bermodalkan sendiri membeli 5.000 kantong pollybag kini membawa berkah bagi kami sekeluarga dan 8 orang yang ikut kerja selama ini,” terucap dari bibir Sarjono. Selain itu, Pemaksimalan tata guna lahan dan tata letak tanaman, penyiraman, perawatan dan ketekunan dalam pemupukan dengan pupuk organik, akan dapat memudahkan, terukur dan lebih memaksimalkan dalam hasil produksi kebun sayuran.

Tidak hanya sampai disitu saja, Sarjono dengan bangga pun menunjukan kolam pupuk organik miliknya, seraya menjelaskan proses pembuatan pupuk cair organiknya, dimana pupuk tersebut terbuat dari kotoran kambing, kotoran ayam, gula merah dan EM 4 masukan dalam bak kolam kemudian masukin air.

Secara hak milik memang lahan yang dikelola Sarjono ialah milik Chandra Ekajaya, namun karena Chandra Ekajaya melihat kesungguhan dan kesuksesan yang sudah dicapai oleh Chandra Ekajaya sangatlah maksimal, dengan senang hati ia menghibahkan lahannya itu dan bahkan menjadikan sarjono sebagai rekan bisnis nya.

Sarjono yang merasa sangat beruntung bisa ditakdirkan untuk kenal Chandra Ekajaya pun awalnya tidak mau begitu saja menerima lahan tersebut karena ia takut bhawa ada maksud lain di balik itu semua. Ternyata setelah beberapa tahun berjalan kecurigaan nya itu hilang karena memang tak pernah ada tuntutan apapun dari Chandra Ekajaya mengenai hibah lahannya itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *